Senin, 16 Maret 2009

SPIRAL MODEL

TUGAS REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Oleh: YAN WATEQULIS SYAIFUDIN (9109205301)

OVERVIEW

Spiral Model adalah salah satu model proses pada software development.

Disebut juga dengan nama spiral lifecycle model.

Kombinasi dari model waterfall dan prototyping di dalam prosesnya.

Ditujukan untuk model proyek dengan skala besar, mahal, dan kompleks.

SEJARAH

Didefinisikan oleh Barry Boehm pada Tahun 1988 pada artikelnya “A Spiral Model of Software Development and Enhancement”

Merupakan model yang menjelaskan bagaiman memodelkan proses yang iterative.

PENJELASAN MODEL

Spiral model adalah model prototypiing dimasa pada setiap proses prototypingnya melakukan proses software development yang mengacu pada model waterfall.

Setiap loop pada spiral merepresentasikan tahap dari software process dan setiap loop merepresentasikan sebuah prototype.

Dimensi spiral adalah biaya kumulatif yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus proyek. Sehingga semakin banyak siklus semakin besar pula biayanya.

Sebuah bagian spiral menunjukkan proses yang dilakukan pada sebuah siklus.



KUADRAN PADA SPIRAL

Empat kuadran merepresentasikan 4 periode standar pada setiap siklus, yaitu:

Goal setting

Risk minimization

Development

Planning

AKTIVITAS KUADRAN I
(GOAL AND OBJECTIVE SETTING)

Melakukan proses penentuan goal setting dari sebuah siklus prototype.

Menentukan tujuan dari fase yang ditentukan.

Hal-hal yang dilakukan adalah:

Penentuan batasan-batasan.

Persiapan perencanaan.

Penentuan resiko proyek.

Penentuan alternatif-alternatif.

AKTIVITAS KUADRAN II
(RISK ASSESSMENT & REDUCTION)

Melakukan proses analisa resiko yang bertujuan untuk meminimalkan resiko dan dampak resiko.

Mencari informasi untuk penanganan resiko:

Prototyping

Simulation

Benchmarking

reference checking

administering user surveys

modelling

Memilih alternatif terbaik.

AKTIVITAS KUADRAN III
(DEVELOPMENT AND VALIDATION)

Melakukan proses product development dari siklus tersebut berdasarkan resiko yang telah ditentukan.

Contoh:

Misalnya jika resiko user interface dominan, maka membuat prototype User Interface.

Jika bagian keamanan yang bermasalah, maka menggunakan model formal dengan perhitungan matematis.

Jika masalahnya adalah integrasi sistem model waterfall lebih cocok.

Jika performance atau user interfaces, maka dilakukan evolutionary model

Validasi dilakukan pada akhir proses pada periode ini

AKTIVITAS KUADRAN IV
(PLANNING)

Melakukan proses perencanaan dan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah diperlukan untuk melanjutnya ke loop berikutnya atau tidak.

Untuk melanjutkan ke loop berikutnya diperlukan perencanaan yang mencakup hal-hal:

Mempersiapkan sumber daya (manusia, sarana-prasarana, biaya, waktu, dll).

Menentukan komitmen terhadap proyek.

ASPEK TAMBAHAN

Inisiasi dibutuhkan pada setiap produk software.

Terminasi dilakukan ketika jalan di tempat (give up) atau penginstalan.

Reinitiate untuk maintenance

Incremental growth bisa dengan mode parallel spirals

Prototyping – more revolutions

Transform – missing revolution(s)

Model reuse -> thin spirals

KELEBIHAN SPIRAL MODEL

Meningkatkan model prototyping

Meminimalkan spesifikasi yang rumit

Fokus pada resiko

Memungkinkan pengerjaan ulang jika dibutuhkan.

Mewadahi kelebihan pada model yang lain:

Low risk of making mistakes – waterfall

Stable requirements – transform

Good customer support, management control, integration, decision making – evolutionary

Tool availability – rapid prototyping or transform

KELEBIHAN SPIRAL MODEL

Fokus lebih awal pada penggunaan kembali komponen untuk proses selanjutnya.

Mengakomodasi maintenance.

Fokus lebih awal pada .

Fokus lebih awal untuk mengeliminasi proses yang yang “tidak jelas”.

Dapat mengintegrasikan antara hardware dan software development.

KEKURANGAN SPIRAL MODEL

Customer dapat merasa tidak nyaman

Membutuhjan skill risk-assessment yang sangat baik.

Konsep spiral model yang belum stabil.

MODEL LAIN SPIRAL

PENJELASAN

Customer communication: membangun komunikasi yang baik dengan pengguna/customer.

Planning: mendefinisikan sesumber, batas waktu, informasi-informasi lain seputar proyek.

Risk analysis: identifikasi resiko managemen dan teknis.

Engineering: pembangunan contoh-contoh aplikasi, misalnya prototype.

Construction and release : pembangunan, test, install dan support.

Customer evaluation: mendapatkan feedback dari pengguna beradasarkan evaluasi PL pada fase engineering dan fase instalasi.

1 komentar:

  1. assalamualaikum.. pak untuk file gamboonya tidak bisa di download dari webnya.. saya sudah cari di situs-situs lain juga tidak ada pak.. mohon pencerahanya.. terimakasih .. 0712562 viktor

    BalasHapus

Pengikut